Selamat Datang di Keajaiban Galaksi! Semoga Bermanfaat~

GALAKSI SPIRAL

Kind of Galaxy: Galaksi Spiral. Klik gambar utuk penjelasan lebih lanjut.

GALAKSI ELIPS

Kind of Galaxy: Galaksi Elips. Klik gambar untuk penjelasan lebih lanjut.

GALAKSI TAK BERATURAN

Kind of Galaxy: Galaksi Tak Beraturan. Klik gambar untuk penjelasan lebih lanjut.

GALAKSI BIMA SAKTI

Kind of Galaxy: Galaksi Bima Sakti. Klik gambar untuk penjelasan lebih lanjut.

GALAKSI ANDROMEDA

Kind of Galaxy: Galaksi Andromeda. Klik gambar untuk penjelasan lebih lanjut.

GALAKSI BERTUMBUKAN

Kind of Galaxy: Galaksi Bertumbukan. Klik gambar untuk penjelasan lebih lanjut.

Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Mei 2013

Sejarah Penelitian Galaksi

Sejarah

Galileo Galilei

Pada tahun 1610, Galileo galilei menggunakan teleskop untuk mengkaji jalur terang di langit yang dikenal sebagai Milky way dan mendapati bahwa ia terdiri dari bintang-bintang malam yang banyak.

Kemudian pada tahun 1755, Imanuel Kant, menggunakan hasil kerja oleh astronomi Thomas Wright, menjangkau secara benar bahwa galaksi terdiri dari sejumlah buntang besar yang berputar, dikekalkan oleh gaya tarik galaksi yang disebut dengan gaya gravitasi. Kant mengatakan bahwa Nebula merupakan galaksi yang terasing yang pernah ditemukan. Pada akhir abad ke 18, Charles Messier mengumpulkan catalog mengandungi 109 nebula paling jelas, kemudian diikuti catalog 5000 nebula yang di himpun oleh William Harchel.

Pada tahun 1845, Lord rose membina teleskop baru dan mampu membedakan antara nebula elliptical dan nebula spiral. Bagimanapun nebula tidak diterima sebagai galaksi yang terasing, perkara ini diselesaikan oleh Edwin Hubble pada awal 1920-an dengan menggunakan teleskop baru. Dia Berjaya menyelesaikan bagian luar setengan spiral. Hubble menggunakan sebuah teori yang masih dipergunakan hingga saat ini, teori tersebut dinamakan teori Hubble.
Percobaan pertama yang dilakukan oleh Hubble adalah menjelaskan bima sakti dan kedudukan di dalamnya oleh William Harchel pada tahun 1785 dengan mengira denga cermat jumlah bintang pada kedudukan berlainan langit. Menggunakan pendekatan yang lebih baik.